Yang Penting Disiplin Menggunakan Waktu
Seputar Indonesia, 7 Maret 2010
NAMA Martha Tilaar di Indonesia sudah tidak asing lagi. Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ‘Fashion and Artistry’ dari World University Tuscon, Arizona, Amerika Serikat (AS) tahun 1984 ini merupakan sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh kecantikan Indonesia.
Lewat Martha Tilaar Group, perempuan kelahiran Kebumen, Jawa Tengah,4 September 1937 ini mampu menjadikan dunia kecantikan sebagai bisnis yang menjanjikan. Perjuangan perempuan lulusan Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS, membangun imperium bisnis kecantikan dengan kerja keras. Martha berjuang dari titik nol.
Dari sebuah salon kecantikan sederhana yang didirikan di garasi rumah ayahnya Yakob Handana, di Jalan Kusuma Atmaja No 45 Menteng, Jakarta Pusat pada 3 Januari 1970,Martha yang di masa kecilnya dikenal tomboy ini justru mampu mengembangkan usahanya menjadi sebuah industri raksasa berbendera Martha Tilaar Group (MTG), sebuah grup usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan. Ya, kerja keraslah yang membuat Martha seperti sekarang ini. Ketika ditemui Seputar Indonesia di kantornya, Martha tidak segansegan menunjukkan buku harian yang memuat jadwal yang sangat padat untuk sepekan terakhir
Mulai dari agenda bersama keluarga, kegiatan perusahaan seperti rapat dengan CEO perusahaan hingga sejumlah kegiatan sosial, seperti bertemu dengan mantan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan yang saat ini tengah dilakoninya.Di usianya yang sudah memasuki 73 tahun,Martha masih tetap dijejali kegiatan yang padat. Memulai aktivitas di pagi hari dan berakhir di malam hari adalah hal biasa bagi Martha. ”Malah kalau tidak bekerja dan hanya di rumah saya bisa sakit,”ujar Martha. Di usia yang tidak lagi muda ini, Martha terus bekerja dan terus memproduksi mimpi-mimpinya. Sejumlah hal yang menurutnya bisa dilakukan harus tetap dilakukan.
Saat ini adalah saat yang tepat untuk memikirkan apa yang bisa ditinggalkannya kelak,begitu pikirnya. Dengan demikian, walaupun banyak urusan perusahaan telah diteruskan putra-putrinya, dia tetap terus bekerja. Salah satu mimpi yang akan diwujudkan dalam waktu dekat ini adalah pembukaan program magister (S2) herbal medicine. Untuk mimpinya ini dia bekerja sama dengan Universitas Indonesia. ”Menurut saya kualitas SDM kita harus tetap ditingkatkan,apalagi saat ini ada perdagangan bebas dengan China.Kualitas herbal mereka (China) sudah banyak dikenal,” ujar Martha. Berbekal kerja keras,di usia 40 tahun Martha Tilaar Group telah mempunyai sejumlah perusahaan.
Seperti PT Martino Berto (manufaktur, pemasaran untuk pasar Indonesia & Internasional), PT Sari Ayu Indonesia (distributor produk kosmetik Martha Tilaar Group),PT Martha Beauty Gallery (menawarkan layanan konseling kecantikan dan layanan pendidikan, seperti Puspita martha School of Beauty, Martha Tilaar Spa, Cipta Busana, Art & Beauty Martha Tilaar, PT Cantika Puspa Pesona –lokal dan internasional untuk pengelolaan waralaba Martha Tilaar Spa) PT Creative style (perusahaan biro iklan),PT Estrella Lab (lisensi dari Jerman Henkel Cosmetic), dan PT Kreasi Boga (biro sumber daya manusia).
Meski sebagai owner perusahaan, bukan berarti Martha boleh sembarang menggunakan waktu. Dia tetap harus disiplin sebagaimana saat-saat dia merintis usaha. Melihat kesuksesan Martha tidak bisa dilepas dari perjuangan yang telah dilakukannya sejak lama. Kesuksesan yang diraih Martha tidak terjadi dalam satu malam. Namun,telah melewati waktu yang sangat panjang. Perjuangan, kedisiplinan hingga pengorbanan. Salah satu kunci sukses yang tidak bisa dilewatkan adalah kedisiplinan menggunakan waktu.Menurutnya semua waktu harus dipergunakan dengan baik.
Sejak pertama kali merintis karier pada 1970 silam, Martha telah terbiasa melakukan perencanaan mingguan. Setiap waktu yang dia pergunakan harus bisa memberikan hasil. Martha memulai karier dengan membuka salon kecantikan di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Salon berukuran 4X6 meter persegi. Karena usahanya yang bergerak di bidang pelayanan, Martha harus disiplin dengan waktu. Dia membuka salon mulai dari jam 8 pagi hingga 8 malam. Bukan berarti setelah jam 8 malam dia bisa langsung santai, sejumlah hal masih dilakukannya.
Mulai dari mempersiapkan kosmetik yang akan dipergunakan pelanggannya esok hari hingga hal lain. Jika ada permintaan khusus seperti perkawinan, Martha harus memulai aktivitas hariannya dari pagi-pagi buta. ”Kami tidak bisa mengusai waktu sendiri, karena kita harus melayani. Kita harus disiplin dengan itu. Semua usaha yang bergerak di bidang servis tidak bisa main-main dengan waktu,” tandas Martha. Selain itu, Martha bukanlah orang yang cepat puas, dia selalu berpikir untuk mengembangkan usaha. Saat itu, masih belum banyak cara berpromosi, Martha menggandeng para loper koran untuk menyelipkan iklan usahanya. Karena itu,setiap pagi dia harus memberikan iklan ke loper koran.
Martha juga terobsesi untuk memperkenalkan kosmetik tradisional. Ketika awal membuka salon, jika dia mempergunakan kosmetik luar negeri,keuntungan yang didapat bisa 10 kali lipat. Dengan produk luar negeri sebenarnya dia bisa menarik tarif Rp15.000 per orang ketika itu. Namun, hal itu tidak dilakukannya. Dia memilih untuk memperkenalkan kosmetik tradisional dengan tarif hanya Rp750. Nah, untuk memperoleh keuntungan yang sama besarnya dengan produk asing, Martha harus bekerja 20 kali lipat lebih banyak. ”Kalau ingin sukses jangan pernah melihat waktu dan juga harus punya rencana,”kenang Martha.
Karena harga murah dan perawatan bagus serta kualitas terjaga, konsumen terus berdatangan. Akibatnya, waktu yang harus dipergunakan Martha untuk mengembangkan usaha bertambah panjang.Dia mulai membuka salon di tempat lain. Guna menambah SDM dia mulai merekrut tenaga kerja. Akan tetapi, agar standar sesuai dengan diri keinginannya, dia meluangkan waktu setelah jam 8 malam untuk melatih mereka bekerja di salon hingga larut malam. Karena Martha juga seorang guru, terbesit dalam benaknya untuk membuka sekolah kecantikan. Impian itu pun terwujud. Usaha Martha terus berkembang. Pada 1972 dia mulai memproduksi ramuan Sariayu Martha Tilaar.
Jatuh bangun pernah dilalui Martha, namun dengan disiplin waktu yang berhasil dijaga Martha, dia bisa terus bangkit dan sukses. Menurut dia, jika ingin fokus kerja, bukan berarti semua pekerjaan harus dilakukan sendiri, tetapi perlu kerja sama. Selain memenej waktu,hal lain yang perlu dilakukan untuk sukses adalah memenej sumber daya yang ada.Jika pada awal merintis usaha dia banyak melakukannya sendiri, maka ketika usaha terus berkembang, tentunya membutuhkan lebih banyak SDM. ”Saya misalnya memiliki talenta di bidang pengembangan produk dan marketing, namun tidak mengusai keuangan, maka harus menggandeng orang lain,”tandas Martha.
Untuk menjadi sukses, kata Martha, jangan berpikir secara instan.Semua proses harus dilalui dengan baik dan disiplin. Juga jangan mudah mengeluh, baik karena keadaan diri sendiri maupun situasi di sekitar.Orang harus terus berusaha mengubah dirinya sendiri. Sebab, tanpa perubahan, tak akan ada kesuksesan. (abdul malik/islahuddin)

Add a comment